Best Practice Matematika PPG Dalam Jabatan 2022

LK 3.1 Menyusun Best Practices 

 

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode 

Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) 

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam 

Pembelajaran 

 

 

Lokasi 

SMP ISLAM AL-AZHAR CAIRO PALEMBANG 

Lingkup Pendidikan 

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 

Tujuan yang ingin dicapai 

Peningkatan kemampuan literasi matematika siswa dengan menggunakan model Problem Based Learning 

Penulis 

Shahnaz, S.Pd. 

Pelaksanaan 

Pertemuan 1 : Senin,12 Desember 2022 

Pertemuan 2 : Selasa, 13 Desember 2022 

Situasi: 

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.  

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah 

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah yaitu rendahnya kemampuan literasi matematika siswa kelas 8 SMP Islam Al-Azhar Cairo Palembang.

Berdasarkan hasil refleksi diri, observasi, kajian literatur dan hasil wawancara bersama siswa, rekan sejawat, kepala sekolah, serta para ahli (dosen, pengawas dan praktisi pendidikan), maka penyebab masalahnya antara lain :

  1. Pembelajaran matematika yang dilakukan guru belum kontekstual  dan dekat dengan kehidupan siswa
  2. Faktor internal dan eksternal siswa yaitu kemampuan inteligensi, motivasi dan minat belajar siswa
  3. Minat membaca siswa cukup rendah, keingintahuan terhadap pengetahuan yang masih rendah serta jadwal yang cukup padat ketika disekolah dan di luar sekolah
  4. Mindset siswa yang masih menganggap pelajaran matematika adalah pelajaran yang sulit
  5. Guru kurang memahami tingkat literasi masing-masing siswa sehingga menggunakan metode yang sama untuk semua siswa


 

Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan 

Praktik pembelajaran ini menurut saya penting untuk dibagikan karena bisa digunakan sebagai informasi bagi teman-teman guru lain dalam merancang perangkat pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Selain itu, diharapkan bisa memotivasi diri saya sendiri juga bisa menjadi  referensi atau inspirasi bagi guru lain yang memiliki permasalahan yang identik.


 

Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab Anda dalam praktik ini 

Di era sekarang, guru tetap memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat penting dalam membelajarkan peserta didiknya. Artinya bahwa betapapun canggih dan pesatnya kemajuan teknologi, peran guru akan tetap diperlukan dan tidak dapat tergantikan dengan teknologi. 


Menurut Wandira (2022) guru memiliki peran sebagai fasilitator, pengelola, pembimbing, motivator, dan evaluator. Selain itu, saya juga mempunyai tanggung jawab untuk melakukan proses pembelajaran ini secara efektif, dengan menggunakan metode, media dan model pembelajaran yang tepat dan inovatif sehingga tujuan pembelajaran dan kesulitan belajar peserta didik bisa teratasi serta mampu mencapai hasil belajar peserta didik sesuai dengan yang diharapkan. Serta sebagai seorang guru bertanggung jawab apa yang telah dilakukan terhadap proses pembelajaran baik pada diri pribadi, siswa, orang tua siswa, dan warga sekolah. 

 

Tantangan : 

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat? 

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? 

Berdasarkan kondisi latar belakang serta tujuan yang ingin dicapai, maka beberapa hal yang menjadi tantangan yang harus saya hadapi yaitu :

  1. Pemilihan model pembelajaran yang tepat, menarik, sesuai karakteristik serta meningkatkan kemampuan literasi matematika bagi peserta didik.
  2. Merancang dan menyiapkan perangkat pembelajaran yang efektif dan berbasis TPACK  yang dapat meningkatkan kemampuan literasi
  3. Menyiapkan instrumen evaluasi sikap spiritual, sosial, evaluasi pengetahuan sesuai dengan instrumen literasi matematika serta evaluasi keterampilan
  4. Menyiapkan peserta didik dan fasilitas yang dibutuhkan serta dokumentasi kegiatan.


Siapa saja yang terlibat. 

  1. Kepala sekolah dan wakil bidang sarana dan prasarana ikut memberikan pendampingan saat mempersiapkan fasilitas kelengkapan praktik proses pembelajaran. 
  2. Siswa sebagai peserta didik di dalam kelas pada praktik proses pembelajaran berjumlah 16 orang
  3. Dua teman guru di sekolah sebagai observer


Aksi : 

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini 

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/Strategi apa yang digunakan/Bagaimana Prosesnya


 Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh penulis sebagai guru sesuai tantangan yang dihadapi antara lain:


  1. Pemilihan model pembelajaran yang tepat, menarik, sesuai karakteristik serta meningkatkan kemampuan literasi matematika bagi peserta didik.


Strategi yang dilakukan guru dalam pemilihan model dan metode pembelajaran adalah dengan melihat karakeristik peserta didik dan karakeristik materi. Model yang digunakan adalah Problem Based Learning (PBL), hal ini sejalan dengan penelitian Firdaus (2021) di dapatkan bahwa model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika peserta didik. Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan bahwa model pembelajaran PBL dapat dikembangkan dalam pembelajaran matematika di jenjang SMP/ MTS. 

Adapun sintaks PBL yang dipakai dalam pembelajaran meliputi lima fase  berdasarkan Shofiyah & Wulandari (2018) yaitu mengorientasi siswa pada masalah, mengorganisasikan siswa untuk belajar, membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. 


  1. Merancang dan menyiapkan perangkat pembelajaran yang efektif dengan pendekatan TPACK  yang dapat meningkatkan kemampuan literasi


Pembelajaran yang dilakukan menggunkan pendekatan TPACK seperti aplikasi kahoot (apersepsi), LKPD HOTS berbasis augmented reality pada saat orientasi masalah, aplikasi keynote dan video pada saat pembelajaran, serta aplikasi Padlet (reflkesi). Hal ini sejalan dengan penelitian Albar (2022), adanya penerapan augmented reality dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan pemahaman siswa. Dengan meningkatnya pemahaman siswa tersebut, maka siswa akan dapat memecahkan permasalahan yang diberikan, akibatnya lima kemampuan dasar matematika dapat terpenuhi dan dapat mendukung dalam peningkatan literasi matematika siswa.

  1. Menyiapkan instrumen evaluasi sikap spiritual, sosial, evaluasi pengetahuan sesuai dengan instrumen literasi matematika serta evaluasi keterampilan

Pada penelitian ini evaluasi tes pengetahuan menggunkaan indikator kemampuan literasi berdasarkan Pratiwi & Ramadhani (2017) yaitu : mampu merumuskan (formulate) masalah secara matematis, menerapkan (employ) konsep, fakta, prosedur dan penalaran matematis, menafsirkan (interprate) serta menerapkan dan mengevaluasi hasil dari suatu proses matematika. 

Evaluasi sikap spiritual, sosial dan keterampilan bersumber dari kemdikbud (2013) Pedoman Penilaian Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan Kurikulum 2013. Kriteria Penilaian bersumber dari Permendikbud No. 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum.


  1. Meminta izin dari pihak sekolah,  mempersiapkan peserta didik dan fasilitas yang dibutuhkan serta dokumentasi kegiatan

Pada saat kegiatan praktik proses pembelajaran dilaksanakan, saya terlebih dahulu melakukan 

  1. Koordinasi dengan pimpinan yaitu kepala sekolah untuk melaksanakan praktik proses pembelajaran. 
  2. Mempersiapkan fasilitas yang dibutuhkan sesuai rancangan perangkat pembelajaran untuk dipergunakan pada praktik proses pembelajaran. (infokus, ruangan lab, internet, hp, sound system) 
  3. Mengkondisikan siswa terlebih dahulu mengenai model pembelajaran yang dipilih dan aplikasi digital yang di gunakan pada saat praktik proses pembelajaran. 
  4. Menata ruang kelas agar menjadi bersih dan rapi pada saat persiapan proses pembelajaran. 


  1. Pelaksanaan Pembelajaran

 Pertemuan 1 : Senin,12 Desember 2022 

      (Materi Teorema Pythagoras)

Pertemuan 2 : Selasa, 13 Desember 2022 

       (Jenis Segitiga)


Adapun langkah kegiatan pembelajaran yang dilakukan yaitu :

Kegiatan Pendahuluan

Guru membuka pelajaran dengan dengan salam, yang di ikuti anak anak dan membaca do’a sebelum belajar, guru menanyakan kabar dan memeriksa kehadiran peserta didik. Sebelum memulai pembelajaran guru membangkitkan semangat peserta didik kemudian memberikan apersepsi dengan mengingat kembali materi prasyarat melalui aplikasi kahoot untuk mengetahui apakah siswa memahami materi prasyarat. Hal ini susuai dengan penelitian Aulia (2022) bahwa kesiapan belajar siswa yang melakukan apersepsi diawal pelajaran sangat mempengaruhi hasil belajar. Selanjutnya memberi motivasi untuk belajar kepada peserta didik dengan menampilkan hadist keutamaan ilmu. Kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik serta mekanisme pembelajaran yang akan dilakukan.


Kegiatan Inti

Pada kegiatan inti Guru memberikan permasalahan kontekstual yang ditampilkan dengan bantuan keynote yang dapat diakses dengan Augemented Reality menggunakan aplikasi Assemblr.edu. Guru bertanya kepada siswa mengenai informasi apa yang dapat ditemukan dari gambar/permasalahn. Guru mengoorganisasikan peserta didik kedalam kelompok secara heterogen yang beranggotakan 4-5 orang dan membagikan LKPD melalui web sekolah. 

Guru membimbing peserta didik untuk melakukan penyelidikan Individu dan Kelompok, dan mendorong peserta didik untuk berkerja sama dalam kelompok. Kemudian meminta peserta didik melihat hubungan-hubungan berdasarkan informasi/data terkait pada masalah dengan melihat bahan ajar pada file pdf, keynote serta video youtube yang telah di bagikan. Selanjutnya Guru berkeliling mencermati peserta didik bekerja, menemukan berbagai kesulitan yang dialami peserta didik serta memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya hal-hal yang belum dipahami dengan memberikan bantuan (scaffolding)berkaitan dengan kesulitan yang dialami peserta didik secara individu, kelompok atau Klasikal. Dan meminta peserta didik bekerja sama untuk menghimpun berbagai konsep dan aturan matematika yang sudah dipelajari serta memikirkan secara cermat, strategi pemecahan masalah yang berguna untuk pemecahan masalah.

Guru meminta dua kelompok untuk  menyajikan (mempresentasikan) hasil diskusinya di depan kelas secara sistematis. Guru memandu jalannya diskusi dan merumuskan  jawaban yang benar. Bagian yang terpenting adalah menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik dari kelompok penyaji untuk memberikan penjelasan tambahan dengan baik dan memberi kesempatan kepada peserta didik dari kelompok lain untuk memberikan tanggapan terhadap hasil diskusi kelompok penyaji dengan sopan.

Guru melibatkan peserta didik mengevaluasi jawaban kelompok penyaji serta masukan dari peserta didik yang lain dan membantu membuka cakrawala penerapan ide dari penyelesaian masalah yang berkaitan dengan materi kemudian mengarahkan semua peserta didik pada kesimpulan mengenai permasalahan tersebutl


Kegiatan Penutup

Pada kegiatan penutup, guru bersama siswa bersama-sama menyimpulkan materi pembelajaran, serta guru melakukan penguatan. Kemudian guru  melakukan evaluasi pengetahuan siswa dengan menggunakan web sekolah, kemudian siswa diajak untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran yang dilakukan menggunakan aplikasi Padlet. Selanjutnya guru menjelaskan materi pelajaran pertemuan berikutnya. Kegiatan belajar mengajar ditutup dengan berdoa dan salam.


Siapa saja yang terlibat 

Pada proses pembelajaran ini ada orang-orang yang terlibat pada tantangan ini yaitu saya sebagai guru, siswa, guru sejawat sebagai observer dan dokumenter serta pimpinan(kepala sekolah). 

Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini 

Sumber daya yang ada di sekolah seperti aliran listrik, iPad, proyektor, wifi, sound system, dan layar sudah tersedia sehingga kegiatan pembelajaran dengan materi yang akan disampaikan dapat tertangani dengan baik

 

  1. Menyiapkan instrumen evaluasi sikap spiritual, sosial, evaluasi pengetahuan sesuai dengan instrumen literasi matematika serta evaluasi keterampilan

Pada penelitian ini evaluasi tes pengetahuan menggunkaan indikator kemampuan literasi berdasarkan Pratiwi & Ramadhani (2017) yaitu : mampu merumuskan (formulate) masalah secara matematis, menerapkan (employ) konsep, fakta, prosedur dan penalaran matematis, menafsirkan (interprate) serta menerapkan dan mengevaluasi hasil dari suatu proses matematika. 

Evaluasi sikap spiritual, sosial dan keterampilan bersumber dari kemdikbud (2013) Pedoman Penilaian Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan Kurikulum 2013. Kriteria Penilaian bersumber dari Permendikbud No. 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum.


  1. Meminta izin dari pihak sekolah,  mempersiapkan peserta didik dan fasilitas yang dibutuhkan serta dokumentasi kegiatan

Pada saat kegiatan praktik proses pembelajaran dilaksanakan, saya terlebih dahulu melakukan 

  1. Koordinasi dengan pimpinan yaitu kepala sekolah untuk melaksanakan praktik proses pembelajaran. 
  2. Mempersiapkan fasilitas yang dibutuhkan sesuai rancangan perangkat pembelajaran untuk dipergunakan pada praktik proses pembelajaran. (infokus, ruangan lab, internet, hp, sound system) 
  3. Mengkondisikan siswa terlebih dahulu mengenai model pembelajaran yang dipilih dan aplikasi digital yang di gunakan pada saat praktik proses pembelajaran. 
  4. Menata ruang kelas agar menjadi bersih dan rapi pada saat persiapan proses pembelajaran. 


  1. Pelaksanaan Pembelajaran

 Pertemuan 1 : Senin,12 Desember 2022 

      (Materi Teorema Pythagoras)

Pertemuan 2 : Selasa, 13 Desember 2022 

       (Jenis Segitiga)


Adapun langkah kegiatan pembelajaran yang dilakukan yaitu :

Kegiatan Pendahuluan

Guru membuka pelajaran dengan dengan salam, yang di ikuti anak anak dan membaca do’a sebelum belajar, guru menanyakan kabar dan memeriksa kehadiran peserta didik. Sebelum memulai pembelajaran guru membangkitkan semangat peserta didik kemudian memberikan apersepsi dengan mengingat kembali materi prasyarat melalui aplikasi kahoot untuk mengetahui apakah siswa memahami materi prasyarat. Hal ini susuai dengan penelitian Aulia (2022) bahwa kesiapan belajar siswa yang melakukan apersepsi diawal pelajaran sangat mempengaruhi hasil belajar. Selanjutnya memberi motivasi untuk belajar kepada peserta didik dengan menampilkan hadist keutamaan ilmu. Kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik serta mekanisme pembelajaran yang akan dilakukan.


Kegiatan Inti

Pada kegiatan inti Guru memberikan permasalahan kontekstual yang ditampilkan dengan bantuan keynote yang dapat diakses dengan Augemented Reality menggunakan aplikasi Assemblr.edu. Guru bertanya kepada siswa mengenai informasi apa yang dapat ditemukan dari gambar/permasalahn. Guru mengoorganisasikan peserta didik kedalam kelompok secara heterogen yang beranggotakan 4-5 orang dan membagikan LKPD melalui web sekolah. 

Guru membimbing peserta didik untuk melakukan penyelidikan Individu dan Kelompok, dan mendorong peserta didik untuk berkerja sama dalam kelompok. Kemudian meminta peserta didik melihat hubungan-hubungan berdasarkan informasi/data terkait pada masalah dengan melihat bahan ajar pada file pdf, keynote serta video youtube yang telah di bagikan. Selanjutnya Guru berkeliling mencermati peserta didik bekerja, menemukan berbagai kesulitan yang dialami peserta didik serta memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya hal-hal yang belum dipahami dengan memberikan bantuan (scaffolding)berkaitan dengan kesulitan yang dialami peserta didik secara individu, kelompok atau Klasikal. Dan meminta peserta didik bekerja sama untuk menghimpun berbagai konsep dan aturan matematika yang sudah dipelajari serta memikirkan secara cermat, strategi pemecahan masalah yang berguna untuk pemecahan masalah.

Guru meminta dua kelompok untuk  menyajikan (mempresentasikan) hasil diskusinya di depan kelas secara sistematis. Guru memandu jalannya diskusi dan merumuskan  jawaban yang benar. Bagian yang terpenting adalah menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik dari kelompok penyaji untuk memberikan penjelasan tambahan dengan baik dan memberi kesempatan kepada peserta didik dari kelompok lain untuk memberikan tanggapan terhadap hasil diskusi kelompok penyaji dengan sopan.

Guru melibatkan peserta didik mengevaluasi jawaban kelompok penyaji serta masukan dari peserta didik yang lain dan membantu membuka cakrawala penerapan ide dari penyelesaian masalah yang berkaitan dengan materi kemudian mengarahkan semua peserta didik pada kesimpulan mengenai permasalahan tersebutl


Kegiatan Penutup

Pada kegiatan penutup, guru bersama siswa bersama-sama menyimpulkan materi pembelajaran, serta guru melakukan penguatan. Kemudian guru  melakukan evaluasi pengetahuan siswa dengan menggunakan web sekolah, kemudian siswa diajak untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran yang dilakukan menggunakan aplikasi Padlet. Selanjutnya guru menjelaskan materi pelajaran pertemuan berikutnya. Kegiatan belajar mengajar ditutup dengan berdoa dan salam.


Siapa saja yang terlibat 

Pada proses pembelajaran ini ada orang-orang yang terlibat pada tantangan ini yaitu saya sebagai guru, siswa, guru sejawat sebagai observer dan dokumenter serta pimpinan(kepala sekolah). 

Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini 

Sumber daya yang ada di sekolah seperti aliran listrik, iPad, proyektor, wifi, sound system, dan layar sudah tersedia sehingga kegiatan pembelajaran dengan materi yang akan disampaikan dapat tertangani dengan baik

 

  1. Menyiapkan instrumen evaluasi sikap spiritual, sosial, evaluasi pengetahuan sesuai dengan instrumen 
  2. memberikan apersepsi dengan mengingat kembali materi prasyarat melalui aplikasi kahoot untuk mengetahui apakah siswa memahami materi prasyarat. Hal ini susuai dengan penelitian Aulia (2022) bahwa kesiapan belajar siswa yang melakukan apersepsi diawal pelajaran sangat mempengaruhi hasil belajar. Selanjutnya memberi motivasi untuk belajar kepada peserta didik dengan menampilkan hadist keutamaan ilmu. Kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik serta mekanisme pembelajaran yang akan dilakukan.


Kegiatan Inti

Pada kegiatan inti Guru memberikan permasalahan kontekstual yang ditampilkan dengan bantuan keynote yang dapat diakses dengan Augemented Reality menggunakan aplikasi Assemblr.edu. Guru bertanya kepada siswa mengenai informasi apa yang dapat ditemukan dari gambar/permasalahn. Guru mengoorganisasikan peserta didik kedalam kelompok secara heterogen yang beranggotakan 4-5 orang dan membagikan LKPD melalui web sekolah. 

Guru membimbing peserta didik untuk melakukan penyelidikan Individu dan Kelompok, dan mendorong peserta didik untuk berkerja sama dalam kelompok. Selanjutnya Guru berkeliling mencermati peserta didik bekerja, menemukan berbagai kesulitan yang dialami peserta didik serta memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya hal-hal yang belum dipahami dengan memberikan bantuan (scaffolding)berkaitan dengan kesulitan yang dialami peserta didik secara individu, kelompok atau Klasikal. Dan meminta peserta didik bekerja sama untuk menghimpun berbagai konsep dan aturan matematika yang sudah dipelajari serta memikirkan secara cermat, strategi pemecahan masalah yang berguna untuk pemecahan masalah.

Guru meminta dua kelompok untuk  menyajikan (mempresentasikan) hasil diskusinya di depan kelas secara sistematis. Guru memandu jalannya diskusi dan merumuskan  jawaban yang benar. Bagian yang terpenting adalah menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik dari kelompok penyaji untuk memberikan penjelasan tambahan dengan baik dan memberi kesempatan kepada peserta didik dari kelompok lain untuk memberikan tanggapan terhadap hasil diskusi kelompok penyaji dengan sopan.

Guru melibatkan peserta didik mengevaluasi jawaban kelompok penyaji serta masukan dari peserta didik yang lain dan membantu membuka cakrawala penerapan ide dari penyelesaian masalah yang berkaitan dengan materi kemudian mengarahkan semua peserta didik pada kesimpulan mengenai permasalahan tersebutl


Kegiatan Penutup

Pada kegiatan penutup, guru bersama siswa bersama-sama menyimpulkan materi pembelajaran, serta guru melakukan penguatan. Kemudian guru  melakukan evaluasi pengetahuan siswa dengan menggunakan web sekolah, kemudian siswa diajak untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran yang dilakukan menggunakan aplikasi Padlet. Selanjutnya guru menjelaskan materi pelajaran pertemuan berikutnya. Kegiatan belajar mengajar ditutup dengan berdoa dan salam.


Siapa saja yang terlibat 

Pada proses pembelajaran ini ada orang-orang yang terlibat pada tantangan ini yaitu saya sebagai guru, siswa, guru sejawat sebagai observer dan dokumenter serta pimpinan(kepala sekolah). 

Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini 

Sumber daya yang ada di sekolah seperti aliran listrik, iPad, proyektor, wifi, sound system, dan layar sudah tersedia sehingga kegiatan pembelajaran dengan materi yang akan disampaikan dapat tertangani dengan baik


untuk memberikan tanggapan terhadap hasil diskusi kelompok penyaji dengan sopan.

Guru melibatkan peserta didik mengevaluasi jawaban kelompok penyaji serta masukan dari peserta didik yang lain dan membantu membuka cakrawala penerapan ide dari penyelesaian masalah yang berkaitan dengan materi kemudian mengarahkan semua peserta didik pada kesimpulan mengenai permasalahan tersebutl


Kegiatan Penutup

Pada kegiatan penutup, guru bersama siswa bersama-sama menyimpulkan materi pembelajaran, serta guru melakukan penguatan. Kemudian guru  melakukan evaluasi pengetahuan siswa dengan menggunakan web sekolah, kemudian siswa diajak untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran yang dilakukan menggunakan aplikasi Padlet. Selanjutnya guru menjelaskan materi pelajaran pertemuan berikutnya. Kegiatan belajar mengajar ditutup dengan berdoa dan salam.


Siapa saja yang terlibat 

Pada proses pembelajaran ini ada orang-orang yang terlibat pada tantangan ini yaitu saya sebagai guru, siswa, guru sejawat sebagai observer dan dokumenter serta pimpinan(kepala sekolah). 


Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini 

Sumber daya yang ada di sekolah seperti aliran listrik, iPad, proyektor, wifi, sound system, dan layar sudah tersedia sehingga kegiatan pembelajaran dengan materi yang akan disampaikan dapat tertangani dengan baik


Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? 

Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa hikmah pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut? 

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah- langkah yang dilakukan? 

Dampak yang didapatkan setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran pada pertemuan 1 dan 2 diperoleh: 

  1. Hasil penilaian sikap spiritual siswa pada kegiatan pembelajaran pertemuan pertama yaitu  penilaian sangat baik (A) 66,67 % dan baik (B) 22,2% , kemudian meningkat pada pertemuan kedua sebesar 77,7 % dengan sikap sangat baik (A), dan 1,11%  sikap baik (B). 
  2. Hasil analisis sikap sosial (Percaya Diri, Disiplin, Tanggung Jawab dan Toleransi) pada pertemuan pertama yaitu sangat baik (A) 50%, baik (B) 27,78% , dan cukup (C)1,1%. Kemudian pada pertemuan kedua sebesar 55,5% penilaian sangat baik (A) dan 33,33% baik (B)
  3. Hasil analisis hasil belajar penilaian pengetahuan siswa dapat dilihat dari pertemuan pertama siswa yang lulus KKM dengan nilai 80 adalah sebanyak 44,4%  dan meningkat pada pertemuan kedua sebesar 66,67 %. 
  4. Berdasarkan hasil analisis kemampuan  literasi sesuai dengan  indikatornya  diperoleh, indikator 1 yaitu mampu merumuskan (formulate) masalah secara matematis sebesar 74,375% pada pertemuan pertama dan meningkat menjadi 89,375 pada pertemuan kedua. Pada indikator 2 yaitu menerapkan (employ) konsep, fakta, prosedur dan penalaran matematis sebesar 68,75% pada pertemuan pertama dan  meningkat menjadi 79,6875% pada pertemuan kedua. Selanjutmya pada indikator 3 yaitu menafsirkan (interprate) sebesar 63,4375% meningkat pada pertemuan kedua sebesar 92%. Pada indikator 4  yaitu menerapkan dan mengevaluasi hasil dari suatu proses matematika sebesar 43,75% dan meningkat menjadi 62,5% pada pertemuan kedua. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan disetiap indikator kemampuan literasi.
  5. Hasul penilaian keterampilan siswa pada saat pertemuan pertama siswa yang  terampil dalam bertanya, menjawab/argumentasi, memberi masukan serta terampil dalam pengerjaan  LKPD ada 22,2%% sangat terampil, 27,7% terampil, 38,8% cukup terampil. Kemudian meningkat pada pertemuan kedua yaitu sebesar ada 33,3% siswa sangat terampil , 33,3 % siswa Terampil dan 22,2 % cukup terampil.

  

Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? 

Hasil yang diperoleh siswa pada saat evaluasi pengetahuan dari penggunaan model Problem Based Learning sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan disetiap indikator literasi yang diukur. Selain itu, pada evaluasi sikap spiritual, sosial dan keterampilan juga mengalami peningkatan dari pertemuan 1 ke pertemuan 2.

 

Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan 

  1. Respon siswa pada saat mengikuti kegiatan pembelajaran aktif, kolaboratif dan komunikatif yang dapat dilihat dari lembar obserevasi sikap sosial dan keterampilan. Perasaan senang pada saat kegiatan pembelajaran dapat dilihat dari antusias siswa pada saat kegiatan pembelajaran dan di ungkapkan pada saat kegiatan refleksi melalui aplikasi Padlet. Siswa mengungkapkan perasaan senang dan paham pembelajaran sebanyak 14 orang dari 16 yang hadir. Sedangkan 1 orang merasa sulit dikarenakan tidak mengerti materi, dan 1 orang lagi berpendapat lumayan.
  2. Respon guru/teman sejawat sangat baik dan berminat untuk menerapkan model pembelajaran inovatif berbasis TPACK (berdasarkan hasil wawacara) 
  3. Respon kepala sekolah sangat positif dan menyarankan agar guru selalu memiliki inovasi dan tidak ketinggalan zaman untuk membuat pembelajaran menjadi menarik dan disukai oleh siswa. 



Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? 

Hasil yang diperoleh siswa pada saat evaluasi pengetahuan dari penggunaan model Problem Based Learning sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan disetiap indikator literasi yang diukur. Selain itu, pada evaluasi sikap spiritual, sosial dan keterampilan juga mengalami peningkatan dari pertemuan 1 ke pertemuan 2.

 

Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan 

1. Respon siswa pada saat mengikuti kegiatan pembelajaran aktif, kolaboratif dan komunikatif yang dapat dilihat dari lembar obserevasi sikap sosial dan keterampilan. Perasaan senang pada saat kegiatan pembelajaran dapat dilihat dari antusias siswa pada saat kegiatan pembelajaran dan di ungkapkan pada saat kegiatan refleksi melalui aplikasi Padlet. Siswa mengungkapkan perasaan senang dan paham pembelajaran sebanyak 14 orang dari 16 yang hadir. Sedangkan 1 orang merasa sulit dikarenakan tidak mengerti materi, dan 1 orang lagi berpendapat lumayan.

2. Respon guru/teman sejawat sangat baik dan berminat untuk menerapkan model pembelajaran inovatif berbasis TPACK (berdasarkan hasil wawacara) 

3. Respon kepala sekolah sangat positif dan menyarankan agar guru selalu memiliki inovasi dan tidak ketinggalan zaman untuk membuat pembelajaran menjadi menarik dan disukai oleh siswa. 



Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? 


    1. Penerapan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan berbasis aktivitas yang terlihat pada saat pembelajaran
    2. Tujuan pembelajaran tercapai yaitu melalui proses pembelajaran pada materi Teorema Pythagoras dengan TPACK menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan berbantuan media keynote dan LKPD berbasis HOTS dan Augmented Reality  peserta didik secara mandiri, gotong royong, tanggung jawab, kolaboratif dan komunikatif, dapat mengevaluasi dan menyelesaikan  masalah yang berkaitan dengan teorema pythagoras dan jenis segitiga dengan cermat dan teliti. (berdasarkan proses kegiatan pembelajaran dan hasil evaluasi) 
    3. Guru mengawali pembelajaran dengan menggunakan aplikasi kahoot (untuk mengetahui kemampuan prasyarat) sebagai salah penggunaan teknologi. (Pendekatan TPACK) 
    4. Pada kegiatan inti  sintaks pertama guru memberikan permasalahan kontekstual yang berbasis augmented reality yang ditampilkan melalui keynote. 
    5. Siswa berdiskusi, berkolaborasi, berkomunikasi, berpikir kritis, berpikir kreatif (4C dan keterampilan abad 21) 
    6. Siswa mampu belajar mandiri melalui bahan ajar elektonik, video youtube, dan bahan ajar LKPD Augmented Reality (TPACK)
    7. Siswa mempresentasikan hasil diskusinya dan aktif melakukan tanya jawab antara setiap kelompok  
    8. Siswa mampu menyimpulkan hasil LKPD dan materi yang dipelajari
    9. Siswa mengerjakan evaluasi pengetahuan dengan mengupload jawaban pada web sekolah dan didapat hasil evaluasi pengetahuan siswa yang mencapai KKM pada pertemuan pertama sebesar 44,4%  dan meningkat pada pertemuan kedua sebesar 66,67 %. Selain itu tiga indikator literasi meningkat
    10. Siswa melakukan refleksi kegiatan pembelajaran melalui link padlet dengan menyertakan perasaannya dalam mengikuti pembelajaran





Apa hikmah dari pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut ? 

  1. Guru menjadi sadar bahwa pembelajaran inovatif sangat penting diterapkan karena memberi dampak yang sangat baik, yaitu meningkatkan keaktifan dan antusias siswa dan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang lebih baik. 
  2. Guru menjadi sadar bahwa ilmu yang dimiliki masih belum cukup dan harus terus belajar mengikuti perkembangan zaman terutama dalam pemanfaatan teknologi dan dapat memberi pengaruh kepada siswa untuk dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi. 
  3. Guru menjadi sadar bahwa keberhasilan dalam perbelajaran itu tergantung dari usaha yang dilakukan guru, pada dasarnya jika guru selalu memiliki inovatif dan semangat dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar maka peserta didik pun akan semangat dan menyukai pembelajaran. 
  4. Guru menyadari bahwa pembelajaran matematika di anggap sulit dan menakutkan bagi siswa, namun dengan penerapan model PBL melalui pendekatan TPACK, dapat membantu mehilangkan persepsi tersebut dan mengubah matematika menjadi pembelajaran yang bermakna.


Rencana Tindak Lanjut 

  1. Siswa

Berdasarkan hasil analisis evaluasi siswa, masih ada siswa yang belum tuntas KKM maka akan dilakukan Remedial, dan untuk siswa yang sudah tuntas KKM akan dilakukan pengayaan

  1. Peneliti (Guru)

Rencana tindak lanjut yang akan saya lakukan setelah menyelesaikan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada program PPG Daljab LPTK PGRI Palembang 2022 ini adalah dengan menyusun dan mengusulkan program-program kegiatan  sebagai berikut:

      1. Mengadakan in house training terkait perencanaan pembelajaran yang menyesuaikan dengan keterampilan pembelajaran abad 21, pembelajaran berbasis HOTS, TPACK, dan berbasis platform revolusi industri 4.0.
      2. Membuat RPP dan modul ajar yang inovatif dan kreatif
      3. Terlibat dalam kegiatan Rapat Kerja Sekolah untuk penyusunan persiapan program sekolah yang berlandaskan pembelajaran yang inovatif.

egiatan pembelajaran melalui link padlet dengan menyertakan perasaannya dalam mengikuti pembelajaran




Apa hikmah dari pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut ? 

a. Guru menjadi sadar bahwa pembelajaran inovatif sangat penting diterapkan karena memberi dampak yang sangat baik, yaitu meningkatkan keaktifan dan antusias siswa dan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang lebih baik. 

b. Guru menjadi sadar bahwa ilmu yang dimiliki masih belum cukup dan harus terus belajar mengikuti perkembangan zaman terutama dalam pemanfaatan teknologi dan dapat memberi pengaruh kepada siswa untuk dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi. 

c. Guru menjadi sadar bahwa keberhasilan dalam perbelajaran itu tergantung dari usaha yang dilakukan guru, pada dasarnya jika guru selalu memiliki inovatif dan semangat dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar maka peserta didik pun akan semangat dan menyukai pembelajaran. 

d. Guru menyadari bahwa pembelajaran matematika di anggap sulit dan menakutkan bagi siswa, namun dengan penerapan model PBL melalui pendekatan TPACK, dapat membantu mehilangkan persepsi tersebut dan mengubah matematika menjadi pembelajaran yang bermakna.


Rencana Tindak Lanjut 

a) Siswa

Berdasarkan hasil analisis evaluasi siswa, masih ada siswa yang belum tuntas KKM maka akan dilakukan Remedial, dan untuk siswa yang sudah tuntas KKM akan dilakukan pengayaan

b) Peneliti (Guru)

Rencana tindak lanjut yang akan saya lakukan setelah menyelesaikan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada program PPG Daljab LPTK PGRI Palembang 2022 ini adalah dengan menyusun dan mengusulkan program-program kegiatan  sebagai berikut:

1. Mengadakan in house training terkait perencanaan pembelajaran yang menyesuaikan dengan keterampilan pembelajaran abad 21, pembelajaran berbasis HOTS, TPACK, dan berbasis platform revolusi industri 4.0.

2. Membuat RPP dan modul ajar yang inovatif dan kreatif

Terlibat dalam kegiatan Rapat Kerja Sekolah untuk penyusunan persiapan program sekolah yang berlandaskan pembelajaran yang inovatif.

Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? 


a. Penerapan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan berbasis aktivitas yang terlihat pada saat pembelajaran

b. Tujuan pembelajaran tercapai yaitu melalui proses pembelajaran pada materi Teorema Pythagoras dengan TPACK menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan berbantuan media keynote dan LKPD berbasis HOTS dan Augmented Reality  peserta didik secara mandiri, gotong royong, tanggung jawab, kolaboratif dan komunikatif, dapat mengevaluasi dan menyelesaikan  masalah yang berkaitan dengan teorema pythagoras dan jenis segitiga dengan cermat dan teliti. (berdasarkan proses kegiatan pembelajaran dan hasil evaluasi) 

c. Guru mengawali pembelajaran dengan menggunakan aplikasi kahoot (untuk mengetahui kemampuan prasyarat) sebagai salah penggunaan teknologi. (Pendekatan TPACK) 

d. Pada kegiatan inti  sintaks pertama guru memberikan permasalahan kontekstual yang berbasis augmented reality yang ditampilkan melalui keynote. 

e. Siswa berdiskusi, berkolaborasi, berkomunikasi, berpikir kritis, berpikir kreatif (4C dan keterampilan abad 21) 

f. Siswa mampu belajar mandiri melalui bahan ajar elektonik, video youtube, dan bahan ajar LKPD Augmented Reality (TPACK)

g. Siswa mempresentasikan hasil diskusinya dan aktif melakukan tanya jawab antara setiap kelompok  

h. Siswa mampu menyimpulkan hasil LKPD dan materi yang dipelajari

i. Siswa mengerjakan evaluasi pengetahuan dengan mengupload jawaban pada web sekolah dan didapat hasil evaluasi pengetahuan siswa yang mencapai KKM pada pertemuan pertama sebesar 44,4%  dan meningkat pada pertemuan kedua sebesar 66,67 %. Selain itu tiga indikator literasi meningkat

j. Siswa melakukan refleksi kegiatan pembelajaran melalui link padlet dengan menyertakan perasaannya dalam mengikuti pembelajaran





Apa hikmah dari pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut ? 

a. Guru menjadi sadar bahwa pembelajaran inovatif sangat penting diterapkan karena memberi dampak yang sangat baik, yaitu meningkatkan keaktifan dan antusias siswa dan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang lebih baik. 

b. Guru menjadi sadar bahwa ilmu yang dimiliki masih belum cukup dan harus terus belajar mengikuti perkembangan zaman terutama dalam pemanfaatan teknologi dan dapat memberi pengaruh kepada siswa untuk dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi. 

c. Guru menjadi sadar bahwa keberhasilan dalam perbelajaran itu tergantung dari usaha yang dilakukan guru, pada dasarnya jika guru selalu memiliki inovatif dan semangat dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar maka peserta didik pun akan semangat dan menyukai pembelajaran. 

d. Guru menyadari bahwa pembelajaran matematika di anggap sulit dan menakutkan bagi siswa, namun dengan penerapan model PBL melalui pendekatan TPACK, dapat membantu mehilangkan persepsi tersebut dan mengubah matematika menjadi pembelajaran yang bermakna.


Rencana Tindak Lanjut 

a) Siswa

Berdasarkan hasil analisis evaluasi siswa, masih ada siswa yang belum tuntas KKM maka akan dilakukan Remedial, dan untuk siswa yang sudah tuntas KKM akan dilakukan pengayaan

b) Peneliti (Guru)

Rencana tindak lanjut yang akan saya lakukan setelah menyelesaikan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada program PPG Daljab LPTK PGRI Palembang 2022 ini adalah dengan menyusun dan mengusulkan program-program kegiatan  sebagai berikut:

1. Mengadakan in house training terkait perencanaan pembelajaran yang menyesuaikan dengan keterampilan pembelajaran abad 21, pembelajaran berbasis HOTS, TPACK, dan berbasis platform revolusi industri 4.0.

2. Membuat RPP dan modul ajar yang inovatif dan kreatif

Terlibat dalam kegiatan Rapat Kerja Sekolah untuk penyusunan persiapan program sekolah yang berlandaskan pembelajaran yang inovatif.



Apa hikmah dari pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut ? 

a. Guru menjadi sadar bahwa pembelajaran inovatif sangat penting diterapkan karena memberi dampak yang sangat baik, yaitu meningkatkan keaktifan dan antusias siswa dan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang lebih baik. 

b. Guru menjadi sadar bahwa ilmu yang dimiliki masih belum cukup dan harus terus belajar mengikuti perkembangan zaman terutama dalam pemanfaatan teknologi dan dapat memberi pengaruh kepada siswa untuk dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi. 

c. Guru menjadi sadar bahwa keberhasilan dalam perbelajaran itu tergantung dari usaha yang dilakukan guru, pada dasarnya jika guru selalu memiliki inovatif dan semangat dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar maka peserta didik pun akan semangat dan menyukai pembelajaran. 

d. Guru menyadari bahwa pembelajaran matematika di anggap sulit dan menakutkan bagi siswa, namun dengan penerapan model PBL melalui pendekatan TPACK, dapat membantu mehilangkan persepsi tersebut dan mengubah matematika menjadi pembelajaran yang bermakna.


Rencana Tindak Lanjut 

a) Siswa

Berdasarkan hasil analisis evaluasi siswa, masih ada siswa yang belum tuntas KKM maka akan dilakukan Remedial, dan untuk siswa yang sudah tuntas KKM akan dilakukan pengayaan

b) Peneliti (Guru)

Rencana tindak lanjut yang akan saya lakukan setelah menyelesaikan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada program PPG Daljab LPTK PGRI Palembang 2022 ini adalah dengan menyusun dan mengusulkan program-program kegiatan  sebagai berikut:

1. Mengadakan in house training terkait perencanaan pembelajaran yang menyesuaikan dengan keterampilan pembelajaran abad 21, pembelajaran berbasis HOTS, TPACK, dan berbasis platform revolusi industri 4.0.

2. Membuat RPP dan modul ajar yang inovatif dan kreatif

Terlibat dalam kegiatan Rapat Kerja Sekolah untuk penyusunan persiapan program sekolah yang berlandaskan pembelajaran yang inovatif



Daftar Pustaka

Albar, R., Susilawati, S., & Fatmawati, D. P. (2022). Penerapan Media Pembelajaran 

Berbasis Augmented Reality Pada Materi Phytagoras untuk Meningkatkan Literasi

Matematika. In ProSANDIKA UNIKAL (Prosiding Seminar Nasional Pendidikan 

Matematika Universitas Pekalongan) (Vol. 3, No. 1, pp. 371-380).

https://proceeding.unikal.ac.id/index.php/sandika/article/view/895/665



Aulia, W. M. (2022). Pengaruh Kegiatan Apersepsi terhadap Kesiapan Belajar Siswa Kelas 

IV Dalam Pembelejaar  Tematik. (Doctoral Dissertation)

http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/44


Firdaus, A., Asikin, M., Waluya, B., & Zaenuri, Z. (2021). Problem Based Learning (PBL) 

Untuk Meningkatkan Kemampuan Matematika Siswa. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama, 13(2), 187-200.

https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/qalamuna/article/view/871


Kemdikbud. (2013). Permendikbud No. 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum.

https://luk.staff.ugm.ac.id/atur/bsnp/Permendikbud81A2013ImplementasiK13Lengkap.pdf


Pratiwi, D., & Ramdhani, S. (2017). Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) 

Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis Siswa SMK. Gammath: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika, 2(2).

http://jurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/JPM/article/view/777/675



Shofiyah, N., & Wulandari, F. E. (2018). Model problem based learning (PBL) dalam 

melatih scientific reasoning siswa. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 3(1), 33-38.

https://journal.unesa.ac.id/index.php/jppipa/article/view/3150/1984


Wandira, S. A., & Muhammad, H. S. H. (2022). Peran Guru dan Orang Tua dalam 

Pembelajaran Luring dan Daring Kelas II.B SDIT Multazam Pamekasan di 

EraPandemi Covid-19. MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah3(2), 96-105.

http://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/ibtida/article/view/5499


 

 

 

 

 

 

 

 






Foto Dokumentasi Kegiatan Pembelajaran 

Model Problem Based Learning dengan pendekatan TPACK 

 

pastedGraphic.png

pastedGraphic_1.png

Kegiatan Apersepsi : Mengetahui kemampuan prasyarat peserta didik dengan menggunakan kuis melalui kahoot 

pastedGraphic_2.png 

pastedGraphic_3.png 

Media Keynote

Media  Video Pembelajaran  

pastedGraphic_4.png

pastedGraphic_5.png 

LKPD berbasis HOTS 

Bahan Pembelajaran Modul Elektronik dan 

LKPD dibagikan di web sekolah

pastedGraphic_6.png 

pastedGraphic_7.png 

Bahan Pembelajaran Augmented Reality ( Siswa scan barcode yang dibagikan) 

 



pastedGraphic_8.png 

pastedGraphic_9.png 

Siswa mengerjakan evaluasi melalui web sekolah

pastedGraphic_10.png 

pastedGraphic_11.png

Siswa melakukan refleksi kegiatan pembelajaran dengan aplikasi padlet 

Sintaks Model Problem Based Learning 

pastedGraphic_12.png 

pastedGraphic_13.png 

Tahap 1. Orientasi Siswa dengan Masalah 

Tahap 2. Mengorganisasikan Siswa dalam kelompok yang heterogen terdiri dari 4-5 orang 

pastedGraphic_14.png 

pastedGraphic_15.png 

Tahap 3. Membimbing Siswa untuk melakukan penyelidikan 

Tahap 4.Menyajikan Hasil karya peserta didik 

pastedGraphic_16.png  

pastedGraphic_17.png 

Tahap 5. Menganalisa dan memecahkan masalah dengan Tanya Jawab 


 

 

Komentar